Minggu, 26 Mei 2013

[Review] What They Don't Talk About When They Talk About Love

Ya, film ini emang panjang sekali judulnya Agak susah sih ketika lo mau nyebut nama filmnya pas mau beli tiket. Tapi ya sudahlah ya. Terbayar juga dengan kenikmatan ketika menonton filmnya.

Film ini merupakan film garapan Mouly Surya. Sejujurnya, gue belom tau dengan jelas siapa Mouly Surya ini. Secara, gue baru suka film Indonesia hampir setahun belakangan ini. Tapi kalo lihat di wikipedia, mba Mouly Surya ini merupakan Sutradara film Fiksi yang berhasil menjadi Sutradara Terbaik di ajang FFI (Festival Film Indonesia).

Mari kita sederhanakan dulu What They Don't Talk About When They Talk About Love ini menjadi Don't Talk Love. Biar gampang nulis dan bacanya juga.


Sejujurnya, yang bikin gue tertarik nonton film ini pertama adalah karena film ini diputer di Sundance Film Festival. Dan entah kenapa banyak filmmaker, aktris/aktor, aktivis festival film, dll yang juga menyarankan untuk nonton film ini di bioskop. Tapi ketika nanya temen kantor gue yang udah nonton film ini, dia bilang "Hmmm gue sih gak suka ya sama filmnya". Tapi karena gue bukan tipe orang yang bilang film bagus karena banyak orang yang bilang film itu bagus, dan sebaliknya. Jadi mendingan gue langsung nonton di bioskop aja.

Film ini berceritakan tentang kaum disabilitas. Ada Karina Salim yang hanya bisa melihat dengan jarak 2cm. Ada Ayu Shita yang gak bisa ngelihat (Tuna Netra). Dan Nicholas Saputra yang gak bisa ngomong (Tuna Wicara). Dan beberapa tokoh lainnya. Film ini mengupas ketulusan kisah cinta para kaum disabilitas.

Karina salim (Diana) jatuh cinta dengan Andhika, seorang pria yang sering menggunakan topi. Keterbatasan dia untuk melihat tidak menghalanginya untuk merasakan perasaan jatuh cinta tersebut. Andhika juga merupakan seorang Tuna Netra, sehingga Diana berusaha sebagai mana mungkin dengan untuk mendapatkan perhatian dari Andhika.

Andhika & Diana

Di sisi lain Nicholas Saputra (Edo), memiliki ketertarikan dengan Ayu Shita (Fitri). Edo yang merupakan anak penjaga warung jajan di sekolah. Dia sering mengamati saat Fitri sedang berbincang-bincang di meja menikmati jajanan sekolah, bahkan mengintip saat Fitri dan pacarnya sedang berhubungan intim di kamar. Ketika itu, Edo jatuh cinta pada Fitri, tetapi dia hanya bisa mencoleknya pada pertama kali, karena keterbatasannya untuk berbicara. Lama kelamaan, Edo pun belajar huruf braille dan surat-suratan dengan Fitri.

Keindahan Don't Talk Love terdapat pada insight yang ingin disampaikan. Ketika kebanyakan orang jatuh cinta karena tampang, harta, dan segalanya serta dapat mengutarakan cinta dengan sewajarnya. Film ini menyajikan sesuatu yang berbeda. Contohnya Diana dan Edo. Ketika Edo bisa menikmati kecantikan Fitri, tetapi dia tidak bisa mengungkapkannya dengan keterbatasan bicaranya. Di sisi lain, Fitri juga tidak bisa melihat bagaimana tampang edo.

Fitri & Edo

Penggarapan yang luar biasa dari Mouly Surya, membuat film ini asik untuk dinikmati. Sedikitnya dialog yang diutarakan membuat film ini berasa semakin tulus yang digambarkan dengan akting para pemainnya. I love they way to act. Keindahan cerita, dialog, dan akting, semuanya ada di film ini. TOP!

Rate: 8.3/10

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

2 komentar:

  1. wih, canggih gw blm nonton zar.. gugusmile.blogspot.com

    BalasHapus