Senin, 09 November 2015

Festival Museum Organizer

My phone was vibrated. There was chat from Muthia. She is my college mate, from Faculty of Law, UI. She is developing her own event management company. I was asked by her to contribute in this festival.

The festival celebrated museum anniversary and there was many competitions such as fashion show for elementary school kids, vocal group for junior high school students, short movie for senior high school student and funwalk for all ages. I was PIC for short movie competition.

Night at the museum

I prepared this festival for one month. I joined in the middle of preparation. I went to schools to publish our events and encouraging student to join the competitions. I invited the judges, prepared for cue card, and prepared many technical inquiries. I also was being Master of Ceremony (MC) on the stage when funwalk was being held.



What I really love from all of competitions is kids fashion show. They are super cute. Seeing them ashamed on the stage or confidence enough so tickled me. For short movie, there's nothing special because honestly the movies who registered in this competition wasn't as good as I expect. I don't expect much, but ya the quality is not good.



Me as AACIM (Aku Anak Cinta Museum)

Whatever happened, I was happy being part of this festival. I got new friends, new experience working with part of government, having new experience as MC in front of hundred of people and many more. Thank you Muthia for giving me this kind of opportunity. See you at another project :)

Full team!!!

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Rabu, 05 November 2014

A Midsummer Night’s Dream: Selebrasi dalam Komedi

Pementasan A Midsummer Night’s Dream merupakan pementasan Teater Sastra UI yang ke-328, bertepatan dengan perayaan 30 tahun berdirinya Teater Sastra. Pentas ini merupakan pentas tahunan ke-6 Teater Sastra UI di Graha Bhakti Budaya, setelah Tragedi Macbeth (2009), Sketsa Robot (2010), Baju Baru Sang Raja (2011), Musuh Masyarakat (2012), Selingkuh (2013).

Selain menyuguhkan pementasan, dalam rangka ulang tahun ke-30 ini Teater Sastra juga menghadirkan pameran yang menyajikan rekam jejak Teater Sastra UI sebagai teater yang meramaikan jagad perteateran Indonesia. Pameran Teater Sastra UI akan berlangsung selama pementasan, yakni 13 November – 16 November 2014. Foto-foto pementasan, berikut properti yang digunakan dalam pementasan, akan menyambut para penonton sebelum mereka memasuki gedung pertunjukan.

Teater Sastra UI juga menggunakan momentum ini untuk mempertemukan kembali alumni-alumni Teater Sastra UI. Selama lebih dari 30 tahun berdiri, ratusan mahasiswa telah menimba ilmu dari kelompok teater yang paling tua dan berpengalaman di lingkungan UI ini. Tercatat beberapa anggota DPR, pengusaha, dosen, peneliti, bintang sinetron, penulis, wartawan, dll, pernah memperkuat barisan Teater Sastra. Reuni Alumni Teater Sastra ini diadakan dalam bentuk jamuan makan siang pada Minggu, 16 November 2014, tepat sebelum pementasan terakhir.

Tahun ini, di usia ke-30, Teater Sastra Universitas Indonesia kembali tertantang untuk memanggungkan karya Shakespeare, setelah sukses menampilkan Tragedi Othello (1988) dan Tragedi Macbeth (2009). A Midsummer Night’s Dream menjadi pilihan kami karena secara historis drama ini ditulis untuk sebuah perayaan. Di satu sisi kami ingin merayakan tigapuluh tahun keberadaan kami di jagad teater Indonesia, dan di sisi lain merayakan suasana pasca Pilpres yang hasilnya kami harapkan dapat membawa kita menjadi bangsa yang lebih cerdas, berbudaya dan bermartabat.


Berbeda dengan komedi-komedi yang kami produksi sebelumnya, seperti Komedi (anti) Porno (2006), Sketsa Robot (2010)  dan Baju Baru Sang Raja (2011), yang sarat dengan muatan permasalahan sosial dan kemasyarakatan, kali ini kami sengaja memilih komedi yang nyaris tanpa permasalahan sosial yang ‘berat’. Sebagaimana dalam komedi Shakespeare yang lain, permasalahan utama komedi ini adalah cinta, cinta yang bisa membawa tokoh-tokohnya menuju penderitaan atau kebahagiaan.

Karena dunia yang diceritakan adalah dunia komedi, maka semua harus berakhir bahagia. Setelah semua kekacauan yang terjadi, semua kesalahan pun dimaafkan, dan hidup kembali berjalan dengan damai. Satu hal yang ditunjukkan oleh Shakespeare dengan drama ini adalah bahwa untuk mencapai perubahan dan perbaikan, seorang tokoh tidak boleh menerima keadaan, tidak boleh tinggal diam dan siap menempuh kekacauan. Namun, sebaliknya, untuk memperoleh kebahagiaan dan ketentraman seorang tokoh harus bisa menerima kenyataan, apa adanya.

Dan karena komedi adalah perayaan, kami berharap pertunjukan ini akan menjadi perayaan bersama bagi kami dan seluruh penonton yang hadir menyaksikan pertunjukan ini.

Acara         : Pementasan “A MIDSUMMER NIGHT’S DREAM” oleh Teater Sastra UI
Tempat      : Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Tanggal      : 13 November 2014 (Press), 14-16 November 2014 (umum)
Kontak       : Bambang Tetuko
                   +62813 6437 4581
                   bambangtetuko1@gmail.com

Tentang Teater Sastra UI
Teater Sastra UI adalah teater kampus tertua di Universitas Indonesia. Teater Sastra UI berdiri pada tahun 1984 di kampus UI yang saat itu masih berada di Rawamangun. Teater ini didirikan oleh I. Yudhi Soenarto, yang saat itu merupakan seorang mahasiswa jurusan sastra Inggris. Sejak awal konsep teater kampus yang diterapkan oleh Teater Sastra bukanlah teater mahasiswa, tapi teater warga kampus yang terdiri atas dosen, mahasiswa, pegawai, dan Alumni UI.

Tentang Sutradara
Pertunjukan ini disutradarai oleh I. YUDHI SOENARTO, pengajar mata kuliah drama di program studi Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Untuk pementasan kali ini, secara khusus ia menyiapkan versi terjemahan baru agar bahasa Indonesia yang digunakan tetap up to date. Spesialis Shakespeare ini juga pendiri dan ketua pertama Laboratorium Seni dan Budaya FIB UI (1999 – 2003) dan direktur artistik Yayasan Teater Sastra. Selain itu, ia juga mengajar di Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ/1999-2009) dan anggota Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ/2006-2009).

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Minggu, 19 Oktober 2014

Fashion Photography Workshop

Is there one of you interested in fashion photography? If yes, you’ve missed the useful event like this event which was held by Kelas Pagi and Mind Talk. I know this information from my mate. I need to say thank to her because the event got me much knowledge and information. This event was held in Third Eye Space. I love the studio, big and artsy. And when it was started, Advan Matthew as speaker explained what fashion photography is, shared his experiences and gave us some tips. And he is the humble photographer. I hope, I can meet him at the other chance and show my great portfolio in fashion photography. I think, it would be better if I share the pictures then.

Artsy things in studio 




Advan showed us how to do beauty photography

Captured by me

With Advan Matthew

Actually, there was photo competition of street fashion photography. So, there were 5 models and we need to capture their style. But, I failed at that competition hahaha. Never mind, overall I really enjoyed that workshop. I wish I can join the next class from Kelas Pagi Jakarta.

New babies for less than $5. Can't wait to use it soon.

A vintage video recorder

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Selasa, 27 Mei 2014

1st UI Film Festival, SUCCESS !!!

Finally, after couple of years to prepare, UI Film Festival was successfully. Even, it was the first time of UI Film Festival, about 55 short movie have been registered. Good start, indeed. UI Film Festival had been held for 3 days. I just went there for last day and just enjoyed the last screening which screened short movie that was produced by UI Filmmaker. I liked AFEKSI by FTUI and Selamat Ulang Tahun Shing by FISIP.

The pictures of last screening,





More pictures 




It continued to awarding night at 7 p.m. Generally, the rundown were announcement of The Most Favourite Movie, The Best Director and The Best Movie. El Clasico is the most favourite movie for this festival. The best director goest to Abdul Razzaq by his title Hectic. And for the best movie goes to Pohon Uang, directed by Aby Azy. Beside the announcement, there was entertainment by Senar Budaya and Music Bengkel. And also screening  A Lady Caddy Who Never Saw a Hole in One. In the end, they played movie which is the winner in this festival. So, I watched El Clasico, Hectic and Pohon Uang.

Personally, i was being grateful. It was our aim since three years ago and finally we did it. Sinematografi UI can execute Film Festival. I wish this event can continue to next year regularly. See you and keep support our local movie :)

Master of Ceremony

The Best Director

The Best Movie

Other pictures 
Senar Budaya

Finalist

We are Sinematografi UI

Me and "Mira Lesmana" ;P

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

34th Indonesian Petroleum Association

Ya, maybe some of you wonder why I review this kind of event. I never think to attend this event before. It was my first time. Initially, we expected to ask to many vendor regarding our project. But we confused what we had to ask to vendor since we never contact with vendor. We just design and prepare for production drawing.

So, we changed our plan, as a souvenir hunter we tried to get souvenir as much as possible hahaha. Some of tenant conducted presentation then shared souvenir. I got pillow from Conoco Phillips. I don't know what i have to share about this event. I think, it's better to share the picture so you can imagine how big this event.



More photos 





It's white board that projected by lightsource. Sort of hologram.



Like A Pro

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Selasa, 04 Desember 2012

[Review] What's Next After Blogging?

Minggu kemaren sesuai yang gue tulis di postingan sebelumnya, ada acara yang cocok banget buat para blogger yaitu "What's Next After Blogging?". Acara ini diadain di Kineforum, TIM, Jakarta mulai dari jam 2 siang sampai maghrib.

Ada beberapa hal yang gue catet dari ketiga pembicara itu.

Mas Angga, Mba Gina, Haqi, dan Mba Luvie (moderator)

Dia bilang semua orang yang mau berkarir ke arah professional, baik menjadi penulis buku, penulis scriptwritter, dll harus mempunyai point of view yang unik. Sekarang dengan terkenalnya Raditya Dika dengan caranya yang nyeleneh kayak gitu banyak orang yang ngirimin naskah ke Mba Gina dengan ala-ala Raditya Dika. Padahal Raditya Dika itu punya point of you yang unik, dan gak semua orang bisa seperti dia. Intinya lo gak harus mirip-miripin dengan seseorang. Tapilah temukan point of you dari diri lo sendiri.

Point selanjutnya, Mba Gina paling sebel sama movie blogger atau kritikus yang gak bertanggung jawab. Misalnya gini, movie blogger ini udah diundang ke screening film dimana nantinya dia seharusnya ngereview film itu. Eh malah tau-taunya cuma tidur di bioskop. Nanti pas bangun tinggal ngetwit bilang filmnya bagus atau apalah itu. Kalo kata Mba Gina ketika kita sebagai blogger menulis misalnya review film, tulislah dengan bertanggung jawab. Karena kata-kata lebih tajam daripada pedang. Gak harus bohong dan bilang "wah film ini bagus, keren, lalala". Tapi harus bertanggung jawab. Misalnya, kalo menurut lo film itu bagus jelasin darimana sisi bagusnya. Dan kalo menurut lo jelek, jelasin juga darimana sisi jeleknya. Harus jelas. Jangan asal nge-judge.

Nulis itu menurut Mba Gina kayak orang lari. Harus konsisten dan terus latihan. Kalo lo udah lama gak latihan nulis, ya ketika mau nulis lagi bakal kaku sama kayak halnya lari. So, write in your blog regularly ;)

Kalo Haqi ini dia tipe blogger yang jujur dan "nyinyir". Kayak waktu itu dia pernah nonton film Indonesia dengan efeknya yang cupu dan akting artisnya yang "yah begitu". Si Haqi ngereview film itu dengan jujur apa adanya. Dia bilang kalo dia gak suka filmnya, filmnya jelek, dll. Sampai suatu saat dia buka facebook dan ternyata si artis yang dikomentarin itu kirim message ke facebook Haqi dan berterima kasih atas kritiknya. Sampai sekarang mereka berteman dan Haqi bakal jadi orang pertama yang ditanya pendapatnya ketika si artis itu punya film baru.

Ternyata apa yang dilakukan Haqi terhadap kritik pedasnya itu menjadi bumerang buat dirinya. Si Haqi ini kan scriptwritter Poconggg Juga Pocong (PJP). Nah beberapa hari setelah PJP tayang, katanya nyesek banget liat beberapa review pedesnya tentang PJP. Tapi dia selalu nganggep itu buat pelajaran dan apa yang dikritik dari PJP itu diperbaikin di film selanjutnya dia yaitu Radio Galau FM.

Menurut Haqi semua orang butuh jembatan. Nah blog itu bisa banget jadi jembatan buat kita ke arah karir yang selanjutnya. Misalnya kayak dia yang sekarang sudah bisa jadi penulis buku dan scriptwritter film.

Mas Angga ini jam terbangnya sebagai wartawan ya lumayan lah, udah sekitar 6 tahunan. Dia dulu sering nulis review film di blognya. Dan dia juga kenalan dengan kritikus favoritnya dia lewat social media. Pada saat itu kritikus film tersebut mau membantu Mas Angga untuk ngajarin/ngasih masukan tentang review film yang ditulis oleh Mas Angga. Mas Angga juga pernah ikut kelas menulis skenario yang diadain sama Mas Salman Aristo. Ternyata Mas Angga menemukan suatu dilema. Menurut dia seseorang itu harus fokus mau nulis review film atau menulis skenario. Dan akhirnya dia lebih memilih nulis review film.

Mas Angga bukan tipe orang yang pilih pilih kalo nonton bioskop. Dia juga nonton film yang macem "horror esek-esek" gitu di bioskop. Atau film galau atau film apalah itu deh. Intinya menurut dia ketika nonton di bioskop tuh kita ga cuma bisa nonton. Tetapi bisa liat dan merasakan reaksi penontonnya. Itulah yang dia cari dan menurut dia mengasyikan. Dia dulu sering izin kantor dan nonton di Blok M Plaza XXI pada saat jam-jamnya anak SMA keluar sekolah dan nonton bioskop. Menurut Mas Angga seru aja dan bisa memperkaya wawasan ketika kita bisa menikmati banyak jenis film.

Kata Mas Angga, menulis itu butuh yang namanya energi. So, keep up your energy and do writting :)

**************

Mungkin hanya itu beberapa poin yang gue inget dan bisa gue share di Nizarland ini. Sehabis sharing session juga dilanjutkan dengan pemutaran film Prancis yang berjudul Les Bien-aimés. Mungkin bisa liat trailernya disini. Gue gak nonton filmnya sampai abis, baru ditengah-tengah gue keluar untuk sholat trus gak lanjutin lagi. Jadi gak tau gimana lanjutan filmnya.

Anyway gue seneng aja hari ini bisa belajar banyak dari para blogger film yang sudah tinggi jam terbangnya dan bisa kenalan juga dengan para movie blogger lainnya. Oh ya sama gue beli bukunya Haqi yang berjudul "My Life as Film Director". Berharap semoga bisa jadi beneran Film Director handal yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Amin


I love bookmark of this book

Oh ya pas di acara ini juga dibagiin goody bagi dari festival sinema prancis. Dan didalamnya ada program booknya. Pas gue lagi buka-buka dan baca-baca eh ada bagian film gue di salah satu kompetisi film pendeknya. Yeaaay!! Nonton dan dukung yah mantemaaan. Liat jadwal pemutarannya disini.



"What's Next After Blogging? Could be a revolution"

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Jumat, 30 November 2012

What's Next After Blogging?

Siapa yang mau ikutaaaaaaaan????

Lagi-lagi gue mau kasih tau kalian acara seru yang wajib kalian datengin. Kalau kalian yang membaca tulisan ini adalah blogger, kalian wajib banget dateng. Karena acara ini akan bicarain tentang kita. Ya, tentang blogger.

Di acara What's Next After Blogging ini kita mau diskusi tentang masa depan kita, para blogger. Yang biasanya cuma ketak-ketik tulisan apapun dirumah, kampus atau kantor tanpa gak tau itu bisa menghasilkan duit atau enggak. Nah sekarang kita belajar dari para pakarnya, yang awalnya blogger eh sekarang sudah masuk ke industri professional.

Beberapa pembicara yang akan hadir, yaitu Gina S. Noer (penulis skenario film Ayat-Ayat Cinta dan Hari Untuk Amanda), Haqi Achmad (blogger dan penulis skenario film Pocong Juga Pocong dan Radio Galau FM), Angga Rulianto (Editor Muvila.com) dan Luvie Melati (blogger dan tutor Serunya!) yang menjadi moderator.

Acara ini bakal dihadirin banyak movie blogger, gue pribadi bakal tertarik karena:
1. Gue mau kedepannya gak cuma ngeblog iseng-iseng doang
2. Gue mau memperluas networking dengan movie blogger lainnya
3. Gue mau kenalan dengan para pembicara yang kece.

Selain itu juga ada pemutaran film prancis yang berjudul “Beloved” karya Christophe Honore yang merupakan official selection di Cannes Film Festival 2011. Ayo siapapun yang tertarik, langsung aja RSVP dengan kirim nama, no. handphone, alamat blog ke email eka@muvila.com. Acara ini FREE tapi bangkunya terbatas. So, put your smartphone and send your RSVP via email. Thank you so much and see you there ;)

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"

Kamis, 29 November 2012

[Review] FestiFrance 2012

Berbarengan dengan peringatan 60 tahun Program Studi Prancis Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Festi France tahun ini diadakan sebagai salah satu rangkaian acaranya. Sesuai dengan temanya yaitu “Revivons le passé accélérons vers le futur!” (The Time Traveling Has Begun!), dekorasi Festi France sangat unik dan futuristik. Contohnya, ketika masuk ke Plaza Gedung IX FIB UI, pengunjung disambut dengan dekorasi mesin waktu yang sangat artistik dan eyecatching.

Dekorasi ke pintu masuk audit gedung IX FIB

Acara yang diselenggarakan mulai tanggal 20 sampai dengan tanggal 24 November kemarin ini, dibuka dengan sambutan dari Bapak Djoko Marihandono selaku Ketua Pelaksana Peringatan 60 Tahun Prodi Prancis.

Di hari pertama, selain ada seminar-seminar tentang studi di Prancis, para pengunjung juga diajak untuk kembali ke tahun 1939 lewat pemutaran film “La Règle du Jeu” (The Rules of The Game) karya Sutradara Jean Renoir. Setelah itu masih ada diskusi film dengan John de Rantau, yang merupakan sutradara dari film Denias: Senandung di Atas Awan.

Hari kedua Festi France juga nggak kalah seru nih, soalnya ada demo masak makanan Prancis, Seminar Gastronomi, dan juga Seminar Fotografi dengan pembicara Tirto Andayanto dan hafidzh Novaisyah.

Dalam seminar fotografi, para peserta diberikan kiat-kiat khusus dan basic-basic pengambilan gambar. “Foto itu mesin waktu...” foto bisa membawa kita ke berbagai perkamen waktu di masa lalu yang mungkin otak kita tidak mampu mengingat itu. Menarik ya!

Seminar Fotografi FestiFrance 2012

Karena Prancis itu terkenal juga dengan kekuatannya dalam trend berbusana, Festi France kembali menghadirkan pagelaran busana dari para desainer muda dan juga seminar-seminar fashion bersama Ichwan Thoha dan Ghea Panggabean.

Dalam seminar yang bertajuk “Kain Tradisional Menuju Trend Mode Internasional”, Ghea menuturkan pengalamannya keliling berbagai negara di Eropa. Ia menuturkan bahwa masyarakat Eropa sangat menyukai kain tradisional Indonesia, lalu mengapa orang Indonesia sendiri harus lari dan malah kebarat-baratan?

Fashion Show FestiFrance 2012

Di akhir sesi, Ghea Panggabean juga memamerkan beberapa koleksi busananya yang mungkin bisa menginspirasi kita agar tidak takut untuk mengenakan busana daerah.

Selain itu di hari yang sama, ada juga spectacles pantomim, accordeon, dan jazz dance yang pokoknya ‘Prancis’ banget! Gak ketinggalan malamnya juga ada penampilan dari berbagai musisi seperti Fonetics, Gerigi, Melting Pot, Mata Jiwa, dan.........Sir Dandy! Salut!

Sir Dandy di FestiFrance 2012
 
Sukses terus ya buat Sastra Prancis, semoga tahun depan Festi France-nya semakin oke aja! Au Revoir! 

Note: artikel ini dituliskan oleh kontributor nizarland (Sisca Amelia)

NIZARLAND
"Where The Land Inspires The World"